Senin, 21 September 2009

Surat Pembuka

Written on February 9, 2006 – 9:10 pm | by S Cahyono |

Al-Fatihah adalah sebuah surat pendek di halaman paling depan Al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Surat ini dapat menjadi gambaran terbaik atas ajaran Islam secara umum. Artikel ini juga mencoba menelaah arti pelengkap dari Ar-Rahman dan Ibadah.

Tiga Syarat Keselamatan
Menurut surat Al-Baqarah 2:62 dan diulang di Al-Maidah 5:69, ajaran Islam secara umum terpusat pada tiga bagian. Allah mengulang-ulang ayat ini karena penting dan agar semua orang tahu dan tidak lupa.
1) Percaya kepada Tuhan (atau Allah)
2) Percaya kepada Hari Pembalasan
3) Berbuat baik kepada sesama
Allah menjanjikan keselamatan atau kedamaian kepada orang-orang Nasrani, Yahudi, Shabi’in dan Mukminin yang memenuhi tiga syarat tersebut. Keselamatan ini dalam bentuk perlindungan dari rasa khawatir dan rasa sedih. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedamaian hati ini diberikan tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia. Bahkan Allah bisa memberikan itu saat ini juga sewaktu Anda membaca artikel ini.

Apa hubungannya dengan surat Al-Fatihah?
Penjelasan berikut memperlihatkan bahwa surat Al-Fatihah ternyata disusun mengikuti struktur Tiga Syarat Keselamatan tersebut. Surat Al-Fatihah membahas Tuhan, Pembalasan dan Ibadah.

Tuhan: Maha Kuasa dan Maha Penyayang
Surat Al-Fatihah berbentuk sebuah doa manusia kepada Penciptanya. Doa ini terdiri dari tujuh ayat. Empat ayat pertama menggambarkan Sang Pencipta di mata ciptaannya.

Ar-Rahman dapat diartikan Tuhan yang perkasa, menguasai dan mengadili. Ar-Rahim adalah Tuhan yang mengasuh, mengasihi dan mengampuni. Semua Agama mengenal Ar-Rahman maupun Ar-Rahim meskipun menggunakan istilah mereka masing-masing. Namun, dalam Islam baik Ar-Rahman, maupun Ar-Rahim adalah Tuhan yang sama, yang itu juga.

Istilah Ar-Rahman pada umumnya diartikan sebagai Maha Pengasih atau Maha Pemurah. Ini dapat dipahami karena banyak ayat dalam Al-Quran yang bisa dilihat dari banyak sudut pandang. Contohnya ayat kedua tentang Pemelihara Alam Semesta (Rabbil Alamin) dapat diartikan sebagai contoh sifat Ar-Rahim, tapi ada juga yang melihat itu sebagai contoh sifat Ar-Rahman. Namun ayat keempat mengenai Hari Pembalasan adalah contoh sifat Maha Kuasa.

Pembalasan: Nikmat dan Murka
Ayat keempat menggambarkan bahwa Allah menguasai Hari Pembalasan. Ayat terakhir menggambarkan bahwa pembalasan tersebut dapat berupa Nikmat atau Murka Allah.

Semua agama mengajarkan konsep serupa, misalnya konsep Karma bagi mereka yang suka nonton wayang kulit atau film kartun jepang. Namun ayat ketujuh menyebutkan kelompok ketiga, yaitu kesesatan. Orang yang sesat adalah mereka yang berpikir bahwa mereka mendapat Nikmat padahal sebenarnya mendapat Murka Allah.

Inilah yang membedakan seorang muslim dengan umat lainnya. Ketika seorang muslim mencintai kebenaran misalnya dengan berdakwah, ada batas-batas (hudud) Allah yang harus dihindari. Jika satu pihak melawan kesesatan pihak lain dengan kekerasan, maka keduanya menjadi sesat. Surat Al-Baqarah 2:256, menyebutkan ini sebagai tidak ada paksaan dalam beragama atau laa ikraaha fiddin.

Ibadah: Mengabdi dan Menyembah
Tiga ayat terakhir mengambarkan perbuatan yang baik yaitu ibadah. Ibadah dapat berarti mengabdi atau menyembah. Kriteria ibadah adalah jalan yang lurus atau Shirath al-Mustaqim. Surat Al-An’aam 6:151-153 membahas Sepuluh Larangan Suci (haram) yang dijuluki Allah sebagai Jalan-Ku yang Lurus atau Shirathy Mustaqiman.

Kita tangkap dari Sepuluh Larangan Suci tersebut, bahwa Allah lebih menginginkan agar kita mengabdi ketimbang sekedar menyembahnya. Ibarat kita punya majikan, tentu dia ingin kita bekerja dengan tekun melayani pelanggan atau mengolah lahan ketimbang terus-menerus memuji-muji dia. Begitu juga keinginan seorang ibu kepada anaknya. Allah mengingatkan fakta secara lebih keras melalui surat Al-Maa’uun.

Ayat kelima menunjukkan bahwa Islam bukanlah tipu daya Tuhan untuk memperbudak manusia. Islam adalah perjanjian yang menguntungkan. Ayat kelima membahas bahwa dengan mengabdi kita mendapatkan perlindungan. Perlindungan yang dimaksud adalah keselamatan seperti yang telah di bahas di awal tadi.

Belajar Islam
Islam sebenarnya sederhana dan alamiah, namun hidup ini tidak sederhana. Setiap detik dalam hidup selalu ada kejutan, tantangan dan godaan. Kitab suci Al-Quran selain sebagai petunjuk juga menjadi bagian dari ujian tersebut. Menurut surat Ali Imran 3:7, ujian dalam Al-Qur’an berupa ayat-ayat yang banyak arti (mutasyaabihaat) dan ayat-ayat yang tegas (muhkamaat).

Ayat-ayat yang muhkam biasanya mengatur hal-hal praktis semacam kriteria moral (al-furqan), ritual (rukun Islam) dan batasan-batasan (hudud). Ayat-ayat tersebut biasanya aman untuk dipelajari sendiri maupun berkelompok. Namun untuk ayat-ayat yang banyak arti kita harus membuka hati dan pikiran kita agar tidak terjerumus kepada fanatisme buta. Misalnya ayat-ayat menyatakan Nabi A lebih baik dari Nabi B adalah ayat-ayat yang berbahaya jika tidak diterima dengan hati dan pikiran yang terbuka.

Pada prakteknya, kebanyakan manusia sulit menguasai Islam tanpa berguru kepada guru atau mentor yang profesional. Nabi Musa pun diperintahkan untuk berguru. Dicurigai bahwa Bom Bali II di Jimbaran adalah akibat dari belajar Islam sendiri-sendiri dan tidak kepada guru atau mentor yang betul-betul menguasai ajaran Islam.

Kalau mau digampangkan, belajar Islam sebaiknya dimulai dengan memahami surat Al-Fatihah secara singkat meliputi konsep Tuhan, Hari Pembalasan, Perbuatan Baik dan Keuntungan ber-Islam. Setelah itu kita perlu berguru kepada guru yang kira-kira tidak melenceng dari semangat surat Al-Fatihah.

Misalnya jika sang mentor mengajarkan Islam secara hitam-putih atau cuma dua golongan, maka kita perlu berhati-hati agar tidak jatuh ke golongan ketiga sebagaimana telah dibahas dalam artikel ini. Perhatikan surat Al-Maa’uun mengenai seorang mushalin yang tertipu mengira dirinya mendapat nikmat padahal mendapat murka Allah.

Begitu juga jika seorang guru cuma mengajarkan sisi Ar-Rahim dari Allah saja, maka kita perlu mencari guru lain yang bisa mengajarkan sisi Ar-Rahman dari Allah yang mampu melawan penindasan dan ketidak-adilan. Hanya Ar-Rahman yang bisa mengeluarkan umat Islam dari kelemahan dan kemunduran. Surat Al-Ashr menjelaskan empat strategi umat untuk keluar dari kemunduran.

Kesimpulan
Ajaran Islam dapat dikenalkan secara singkat melalui surat Al-Fatihah. Surat tersebut setidaknya membahas mengenai Tuhan, Hari Pembalasan, perbuatan baik dan keuntungan ber-Islam. Surat tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling murni, alamiah dan menguntungkan.

posted by abdullah @ 06.48  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
 
about me
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, dki jaya, Indonesia

a servant

Udah Lewat
Archives
Template by
Blogger Templates
© MY SOUL ON HIM