Kamis, 31 Desember 2009
Syariah, Tharikah dan Hakikah
Syariah, Tharikah dan Hakikah
..Belajar Tasawuf Seri Ke 14

Oleh : Ferry Djajaprana




















Barang siapa bersyariat tanpa hakikat
Ia telah meninggalkan jalan yang benar.

Barang siapa punya hakikat batin tanpa syariat,
Ia adalah orang bidah

Barang siapa yang menyatukan keduanya,
Ia mempunyai kesadaran
(Syaihul Akbar)

Menurut para Sufi, segala sesuatu ciptaan itu memiliki siklus (berputar). Fenomena itu seolah berasal dari satu titik dan berakhir di titik yang lain, dan kemudian ke dua titik itu bertemu. 1) Sebagai contohnya siklus hidrologis, awal mulanya air laut menguap, menjadi awan, di awan mengalami kondensasi, melalui angin dibawa ke gunung, kemudian menjadi hujan di udik, akhirnya melalui sungai air yang sama kembali ke laut. Prinsip yang sama dapat diterapkan pada hukum lahiriah dan realitas bathin.

Kata syariah dalam bahasa Arab artinya jalan. Apabila diumpamakan maka seperti naik sampan di sungai untuk mencapai samudra. Syariah 1) adalah kualitas amalan lahir-formal yang ditetapkan dalam ajaran agama melalui al Quran dan Sunah, atau hukum suci yang diwahyukan. Apabila penempuh jalan spiritual (salik) memiliki penglihatan yang menyatu dan sebagai manusia yang utuh (man of unity), maka ia akan mengakui kalau ia adalah sungai, dalam hakikatnya ia akan kembali ke samudra. Kata hakikah dalam bahasa Arab ini artinya kebenaran. Sungai adalah realitas bathin sedangkan sungai adalah jalan lahiriah. Sungai tak akan memiliki makna apabila ia tidak berakhir pada samudra.

Mengenai orang yang memiliki wawasan serta berhubungan dengan kesatuan sejati, pada saat mereka melangkahkan kakinya ke dalam syariat, sebenarnya mereka telah melangkah ke dalam hakikat bathin. Syariat berurusan dengan lahiriah kasar dan hakikah berurusan dengan bathiniah dan bersifat halus. Serupa dengan mengatakan bahwa ini sungai dan itu samudra, ke duanya merupakan suatu sistem yang dihubungkan dengan hakikat, yaitu air.

Menurut Sayyid Haidar Amuli (lhr : 819H), di dalam kitabnya Asrar al Shariah 2), diterjemahkan dalam bahasa Inggris, The Mysteries of revealed law, the stations of way and Light of the truth (misteri syariah, thariqah dan hakikah), menjelaskan bahwa pertama, sebenarnya syariah, thariqah dan hakikah ini adalah satu kesatuan realitas, tetapi secara kualitas masyarakat hakikah lebih agung daripada thariqah, dan masyarakat thariqah lebih agung dari pada syariah. Kedua, perbedaan eksistensinya tidak dianggap penting, dan yang ketiga penjelasan daripada syariah harus mengikuti logika dan tentunya intelek shariah.

Sehubungan dengan penjelasan aspek pertama diatas - bahwa realitasnya adalah satu kesatuan - Tuhan memberikan jalur kehidupan kepada manusia sebelum manusia itu hidup dimuka bumi; Tuhan memberikan rukun iman dan rukun Islam; ini mengandung makna tugas manusia dan memberikan petunjuk dengan kebebasan memilih alternatif metode yang dipergunakan atau bilamana dipergunakan dan kewajiban-kewajiban yang di emban; Juga di dalamnya termasuk keseluruhan pilihan terbaik di Mata Tuhan yang akan dilaksanakan. Menurut thariqah, jalan yang diambil adalah kebijaksanaan maksimum, jalur terbaik dan jalur paling tepat, hubungan-hubungan yang diperlukan, ataupun kenyataan berdasarkan pengalaman.

Menurut hakikah, ini adalah penegasan tentang eksistensi Tuhan, entah melalui mukasyafah (penyingkapan) dan penglihatan secara substansial, atau melalui pengalaman spiritual ataupun afirmasi Keesaan Tuhan. Ringkasnya bahwa syariah adalah Anda menyembah Tuhan, tharikah anda mencapai keberadaan-Nya, dan hakikah adalah Anda menyaksikan-Nya. Bisa juga disebut bahwa Anda memelihara eksistensi berdasarkan petunjuk-Nya (syariah) , thariqah Anda melaksanakan petunjuk-Nya, dan hakikah bahwa Anda ada dan didalam-Nya. Maksud kalimat itu berdasarkan sabda Rasulullah, yang menyatakan bahwa "Shariah adalah ucapanku, tharikah perilakuku, dan hakikah adalah pernyataanku, fana modalku, intelek dasar agamaku, cinta adalah fondasinya, gunungnya kesabaran, ketakutan menyertainya, pengetahuan senjataku, menahan diri sahabatku, kepercayaan jubahku, kepuasan hati harta bendaku, kebenaran adalah alamatku, keyakinan adalah tempatku berlindung, dan kemiskinan adalah kemuliaanku.

Bibliography :

1) Haeri, Syekh Fadullah. Belajar Mudah Tasawuf (Asl. The Element of Sufism), Penerbit Lentera, 2001

2) Jumantoro, Totok. Amin, Samsul Munir. Kamus Ilmu Tasawuf, Penerbit Amzah, Wonosobo, 2005

3) Amuli, Sayyid Haidar, Inner Secret of the path, Element Book Limited, England, 1989

Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com
Http://tasawuf.multiply.com
posted by abdullah @ 06.07  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
 
about me
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, dki jaya, Indonesia

a servant

Udah Lewat
Archives
Template by
Blogger Templates
© MY SOUL ON HIM