Sabtu, 31 Juli 2010




Penemuan Kapal Nabi Nuh ASPenemuan Kapal Nabi Nuh AS

Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Penemuan Kapal Nabi Nuh AS, Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Penemuan Kapal Nabi Nuh AS, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: perahu nabi nuh ditemukan, kapal nabi nuh ditemukan, misteri perahu nabi nuh, foto dan gambar Nabi Nuh AS :


Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.

Source: http://dunia.vivanews.com/news/read/147115-perahu_nabi_nuh_ditemukan_di_turki_

Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki

Perahu Nabi Nuh yang menyelamatkan manusia dan makhluk bumi lainnya dari banjir bandang sekitar 4.800 tahun lalu ditemukan di Turki. Sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan oleh para penjelajah evangelis di ketinggian 13 ribu kaki atau sekitar 3,9 kilometer di sebuah gunung di Turki.

Sekelompok penjelajah evangelis dari Turki dan Cina mengatakan mereka menemukan sisa-sisa kayu dari perahu Nabi Nuh di Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Source: http://rizkythea.blogspot.com/2010/04/perahu-nabi-nuh-ditemukan-di-turki.html
Sekitar 4.800 tahun Lalu dikisahkan Bahwa pada waktu itu banjir bandang Menerjang bumi.Dan sebelum bencana tersebut terjadi,Nabi Nuh di beri wahyu oleh Allah untuk membuat kapal besar guna menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi.
Dan hal ini rupanya menjadi rasa penasar khususnya bagi kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International',sehingga selama bertahun tahun mereka mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut,untuk membuktikan kebenaran cerita itu.

Source: http://jajang-yusu
p.blogspot.com/2010/04/perahu-nabi-nuh-ditemukan-di turki.html

Bahtera (kapal) Nuh telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahwa Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahwa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya
kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

Source: http://terselubung.blogspot.com/2009/08/penemuan-kapal-nabi-nuh.html
Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)

Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark).

Source: http://moeflich.wordpress.com/2007/11/24/perahu-nabi-nuh-ditemukan/





Label:

posted by abdullah @ 03.08   0 comments
Minggu, 11 Juli 2010
Pada Segala Sesuatu Ada Ayat yang Menunjukkan Keesaan Ilahi

Pada Segala Sesuatu Ada Ayat
yang Menunjukkan Keesaan Ilahi
Sultan al Awliya
Mawlana Shaykh Nazim
13 Juni 2010 Lefke, Cyprus

Dastoor yaa Sayiddee, madad yaa Sultan al-Awliya. (Mawlana Shaykh berdiri.)
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Azeez Allah.
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah.
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Sultaan Allah.

Barakah-barakah-Mu, wahai Tuhan kami, karuniakanlah barakah-Mu yang termulia,
terpuji dan teragung bagi ia yang paling Kau kasihi yang telah Kau ciptakan bagi
segenap makhluq-Mu; yang menjadi sebab sejati akan Kehendak Agung dan Surgawi
Tuhan Semesta Alam, ialah Penutup para Nabi, Sayyidina Muhammad sallAllahu
‘alayhi wa aalihi wasallam. Dan kami memohonkan bagi seluruh hamba-hamba suci-Mu
yang memiliki kedudukan-kedudukan surgawi di kehidupan ini, semoga Allah
Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan pada mereka lebih banyak lagi kehormatan dan
kekuatan. (Mawlana Syaikh duduk).

Wahai manusia, wahai pemirsa kami, as-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa
barakaatuh. Maasya Allah. Pertama-tama, dari tingkatan-tingkatan surgawi,
tercurah pepujian dan kehormatan bagi orang-orang yang memahami kedudukan mereka
sebagai hamba, dan mereka adalah orang-orang yang tawadu’, dan mereka tahu untuk
apa mereka diciptakan, dan mereka begitu memelihara misi sejati mereka. Misi
Manusia hanyalah untuk menjadi hamba-hamba bagi Pencipta mereka, Tuhan Semesta
Alam. Allahu Akbar! (Mawlana Syaikh berdiri dan kemudian duduk).

As-salaamu `alaykum, pemirsa-pemirsa kami! Wahai para pemirsa! Jangan biarkan
ada di antara kalian orang yang memata-matai kalian, karena Syaitan menyebar
pembantu-pembantunya untuk memata-matai, “Untuk melihat apa yang dikatakan orang
itu dan kekeliruan apa yang mungkin akan ia ucapkan, untuk dapat kita gunakan
dan tunjukkan ke timur dan ke barat.” [1] Dan saya mengatakan bahwa Ia yang
menaruh hamba ini (yaitu Mawlana Syaikh Nazim, red.) di sini, memberikan pula
perlindungan Ilahiah-Nya bagi hamba tersebut, sehingga mata kalian tak dapat
melihatnya, telinga-telinga kalian tak dapat mendengarnya, atau lidah-lidah
kalian tak dapat berbicara melawan pernyataan-pernyataan Langit yang ia
sampaikan. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengaruniakan pada kita Perlindungan
Ilahiah-Nya.

Dan kita mengucapkan, A’uudzu billahi min asy-Syaithani `r-rajiim. Wahai Tuhan
kami! Jauhkanlah diri kami dari Syaitan dan para pengikutnya. Selama mereka
tidak menginginkan untuk mendengar Kebenaran, maka mereka tetap saja menjadi
orang-orang yang tuli. Selama mereka tidak meminta untuk dapat melihat posisi
yang benar, mereka tak akan dapat melihat, karena mereka adalah orang-orang yang
buta. Dan lidah mereka tak dapat berbicara, karena mereka tak mampu memahami dan
tak mampu pula mencegah pernyataan-pernyataan sejati ini mencapai Manusia [2].
Karena itulah, kami mengucapkan `A’uudzu billahi min asy-Syathani `r-rajiim.
Itulah perlindungan bagi kita yang meliputi diri kita semua. Saat kita
mengucapkan A`uudzu bullahi min asy-Syaithani `r-rajiim, mereka (Syaitan dan
bala tentaranya, red.) tak akan dapat mendengar, mereka tak dapat berbicara, dan
mereka tak dapat memahami. Dan kedudukan mereka berada di bawah level binatang.
Mereka memiliki mata tetapi tak dapat melihat. Mereka memiliki telinga tetapi
tak dapat mendengar. Mereka memiliki lidah tetapi mereka tak mampu berdiri dan
menjadi saksi Kebenaran [3]. Dan kami datang, dan Allah Ta’ala (Mawlana Syaikh
berdiri) meminta hamba-hamba-Nya untuk menjadi orang-orang yang jujur/siddiq dan
menjadi saksi-saksi jujur akan Kebenaran, Kebenaran Abadi! (Mawlana Syaikh
duduk).

Ya, tidaklah kita diciptakan melainkan untuk melihat Kebenaran, untuk mendengar
Kebenaran, dan untuk menyaksikan Kebenaran, dan untuk memahami Kebenaran
Surgawi. Sebagai manusia, kita telah diberikan penawaran Surga. Dan kita
mengucapkan Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. (Mawlana Syaikh berdiri). Wahai
Tuhan kami, Engkaulah Tuhan kami. Karuniakanlah pada kami pemahaman, untuk dapat
melihat, dan untuk dapat menjadi saksi atas Kebenaran Sejati. (Mawlana Syaikh
duduk). Bahkan hewan-hewan pun, Wahai Manusia, mereka semuanya menyaksikan
Kebenaran pada level mereka masing-masing. Demikian pula setiap atom juga
menjadi saksi atas Kebenaran tersebut!

Fa fii kulli syai-‘in aayatun taduulu annahuu waahidun, suatu deklarasi Surgawi…
fa fii kulli syai-in lahu aayah tadullu annahuu waahidun. Sahiih? Benar? Jika
kalian menerima Nabi kalian sallAllahu ‘alayhi wa aalihi wasallam dan para
pewaris beliau, maka mereka pun tidak akan membiarkan kalian membuat suatu
kekeliruan, tidak! Mereka akan membenarkanmu. Karena itulah, terkadang beberapa
inspirasi berdatangan, dan kemudian kami mengatakannya dengan cara yang berbeda.
Mereka membuatnya lebih jelas bagi kita karena kita berserah diri pada mereka
dan mereka bertanggung jawab saat mereka menaruh seorang hamba yang lemah ini
untuk berbicara di hadapan segenap ummat. Mereka bertanggung jawab atas hamba
lemah tersebut agar ia tidak membuat kekeliruan, dan mereka akan mengoreksinya
sampai orang-orang yang mendengarnya memahaminya. Tidak penting, apakah kalian
menuangkan susu ke suatu kendi yang besar, atau ke dalam botol kecil, atau ke
dalam gelas atau cangkir, tidak masalah. Tampilan luar bukanlah hal yang
penting. Yang terpenting adalah apa yang sesungguhnya berada di dalamnya, itulah
yang penting. Adalah penting untuk membuat orang-orang memahami, menjadikannya
seperti ini atau seperti itu.

Kita semua adalah pemirsa dan kita semua seperti murid-murid di suatu sekolah
dasar, anak-anak kecil yang masih membutuhkan gurunya untuk membenarkan mereka.
Karena itulah saat kita mengatakan sesuatu, kadang-kadang tampilan luarnya
mungkin berbeda, namun apa yang dikandungnya tetaplah sama. Kalian dapat meminum
air dengan tangan kalian, atau dapat pula meminum air itu dari suatu cangkir
emas, kalian mungkin pula meminum air itu dari suatu kendi biasa, atau dari
suatu kendi perak. Wadah luar tidaklah penting. Apa yang ada di dalamnya, itulah
yang penting.

Karena itulah, kami mengoreksi apa yang barusan kami sampaikan, tidak masalah.
Saya tidak mengetahui apa pun, merekalah [4] yang tahu dan mengamati apa yang
kami ucapkan dan mengoreksinya supaya orang-orang memahaminya. Tetapi jika
orang-orang yang menghadiri pertemuan atau asosiasi seperti ini, datang dan
duduk, namun mengarahkan pemahaman mereka ke tempat lain, ke orang lain… maka
apa yang akan mereka dapat pahami (dari pertemuan ini, red.)? Tak ada. Jadi,
beradalah pada posisi kalian setiap kali kalian diminta untuk berada di situ.
Ada banyak sekali instrumen di sini, dan jika orang-orang tersebut tidak
merawatnya, tentu saja instrumen-instrumen tersebut tidak akan bekerja dengan
baik. Namun, jika mereka merawatnya dengan teliti, model-model instrumen yang
berbeda tidak akan menjadi masalah. Adalah penting untuk memahami, untuk
mengerti.

Karena itulah, para masyayikh pembimbing kita mengamati posisi-posisi kita,
apakah kalian datang kemari secara keseluruhan untuk mendedikasikan diri kalian
di sini. Ataukah, sebagaimana mereka berkata, sebagian di antara yang hadir ini
menaruh pemahaman mereka ke tempat lain, karena pusat pemahaman bukanlah di sini
(Mawlana menunjuk ke kepala beliau), melainkan ada di hati/qalbu. Artinya
orang-orang itu (yang mengarahkan perhatiannya ke tempat lain) hati mereka
datang dan pergi, malah melakukan bisnis di timur dan barat. Lalu apa artinya
mereka duduk di sini? Apa yang akan mereka dapatkan? Nol! Jika seperti ini
(sambil memegang sebuah bel dengan bukaan cungkup mengarah ke bawah) tak sesuatu
pun dapat mengisinya, tetapi jika kalian datang seperti ini (memegang bel dengan
bukaan cungkupnya ke atas) maka kalian dapat mengambil sesuatu. Buatlah
(bukaannya) lebih lebar!

Kapasitas fisik manusia, wujud fisik manusia tidaklah penting. Wujud fisik kita
demikian kecil, tetapi kapasitas pemahaman kita dapat mencapai timur hingga
barat, dari utara hingga selatan, dari Bumi hingga Lelangit! Karena itulah kita
telah dimuliakan oleh Tuhan Semesta Alam, Allah `Azza wa Jalla (Mawlana Syaikh
berdiri) dengan suatu kekhususan yang tidak dikaruniakan kepada satu pun makhluk
lainnya. Inilah salah satu makna dari firman Allah subhanahu wa ta’ala:


wa idh qaala rabbuka li'l-malaa'ikati innee jaailun fil `ardi khalifah,
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (Quran Surah al-Baqarah 2:30)

(Mawlana Syaikh duduk). Seorang khalifah, untuk menjadi wakil. Itulah titik
terakhir yang mungkin untuk dicapai suatu ciptaan. Di luar itu, tak seorang pun
dapat memahami apa yang dipahami Manusia. Tak ada satu makhluq lain pun yang
dapat mencapai kemampuan kita, dan kapasitas yang kita miliki ini tidak pernah
dikaruniakan kepada satu pun makhluk ciptaan lainnya. Al-`Azhamatu lillahi!
Allahu Akbar wa lillaahi `l-hamd [5].
Karena itulah, Wahai Manusia, berusahalah untuk belajar! Kita harus berusaha
untuk belajar. Namun, memang telah ditutup bagi diri kita, tidak ada pembukaan
(fath). Jika suatu pembukaan muncul, tak berhingga jumlahnya samudera-samudera
akan terbuka dalam ranah-ranah yang tak berhingga pula jumlahnya, dan
keseluruhannya akan memberikan tanda-tanda yang mengarah kepada Keagungan Tanpa
Batas, Keagungan Tertinggi, Pujian paling Agung, Kekuatan paling Akbar yang
menjadi milik Tuhan seluruh ummat Manusia, Tuhan seluruh Ciptaan. Kapasitas diri
kita demikian besar, bahkan sekalipun diri kita (secara fisik) adalah ciptaan
yang kecil. Kapasitas diri kita meliputi seluruh alam semesta ini. Bahkan jika
seandainya alam semesta ini memiliki ukuran yang jutaan atau triliunan kali,
atau quadrilliun kali lebih besar, dan lebih besar, dan lebih besar dari alam
semesta yang kita tempati sekarang ini, kita pun masih memiliki suatu kekuatan
untuk menjangkaunya, untuk meliputinya. Allahu Akbar! Ini semua telah diberikan
kepada kita. Allahu Akbar! Subhaan Allah, Sultaan Allah, Kariim Allah. (Mawlana
Syaikh berdiri dan duduk kembali).
Manusia diciptakan dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Saat kita terlahir ke
dunia ini, kita tidak tahu akan apa pun. (Sebenarnya) Mengetahui, tetapi belum
dibukakan. Kita telah dikaruniai suatu kekuatan yang demikian dahsyatnya untuk
memahami. Namun, jika kita melihat pada wujud fisik kita, kita mengatakan bahwa
hal tersebut adalah tidak mungkin. Padahal, siapakah Tuhan Semesta Alam ini?
Dia-lah Ia Yang membuat sesuatu yan tak mungkin menjadi mungkin! Allahu Akbar!
Kita telah dikaruniai kekuatan tersebut, dan tidak hanya kekuatan, tetapi kita
juga dikaruniai wewenang dan otoritas atas kekuatan tersebut, sehingga kita
dapat menggunakan kekuatan itu pula.
Wahai Manusia! Dengarkanlah dan berusahalah untuk ternaungi oleh tajalli
(manifestasi) Surgawi ini, dengan datang kemari. Berusahalah untuk berada
bersama ruhaniyah (spiritualitas) diri kalian. Jika kalian menggunakan kapasitas
fisik diri kalian, maka kalian tak akan mampu menggapainya. Tetapi Allah Ta’ala
telah mengirimkan hamba-hamba suci-Nya, serta Khatamul Anbiya’, Stempel Para
Nabi, Sayyidina Muhammad sallAllahu ’alayhi wa aalihi wasallam (Mawlana Syaikh
berdiri dan duduk), untuk membuat suatu jalan atau membuat sejumlah jalan bagi
Manusia untuk menggapai suatu pembukaan. Siapa yang datang dan memohon, para
Nabi dapat membukakan bagi mereka. Tingkatan para Nabi yang memberikan pembukaan
ini bagi manusia bergantung pada tingkatan orang yang memohonnya.
Hakikat-hakikat seperti ini tak mungkin kalian pelajari hanya dengan membaca
buku. Tidak, tidak. Kalian dapat mencapai samudera-samudera itu hanya melalui
hamba-hamba Surgawi. Para Nabi nampak seperti manusia biasa, tetapi wujud sejati
mereka berasal dari Surga. Cobalah untuk mengerti!

Wahai Manusia! Mereka datang dengan membawa kunci-kunci bagi kekayaan untuk
setiap orang, karena setiap orang yang telah dikaruniai suatu bagian dari
kekayaan Surgawi ini harus pula memiliki kunci suci; bukan sekedar kunci biasa,
tetapi suatu kunci suci, dan kunci-kunci ini memiliki tingkatan-tingkatannya
yang berbeda-beda. Jangan kira bahwa satu kunci dapat membuka segala sesuatunya,
tidak! Ada tak berhingga banyaknya kunci untuk setiap sesuatu yang ada di
Samudera-Samudera Hadirat Ilahi, yang akan terbukabagi para khalifah (wakil),
untuk menunjukkan pada mereka sesuatu dari Keagungan Ilahi milik Tuhan Semesta
Alam. Dan setelah itu, akan berhenti dan hanya ada satu untuk mencapai Hadirat
Ilahi dan posisinya adalah 100% berbeda. Dia hanyalah Satu. Keesaan Tuhan
Pencipta seluruh Ciptaan tak akan pernah menerima dua; Satu untuk satu.

Semoga Allah mengampuni diri kita, dan mengaruniakan pada kita sesuatu untuk
kita pahami. Dan mereka membuat suatu wejangan seperti itu yang mungkin amat
sulit untuk menjumpainya di buku mana pun. Dan setiap kitab suci pernah
menyebutkan hal ini, namun untuk mencapai titik pemahaman seperti ini adalah
musykil, suatu problem. Mereka mendatangi pintu masuknya dan mencoba berbagai
kunci, tapi tak ada yang berhasil membukanya. Ada kunci-kunci khusus untuk
setiap kekayaan surgawi yang dikaruniakan bagi para khalifah / wakil dan mereka
boleh memakai kunci-kunci tersebut dengan seorang Malaikat, tidak sendirian.
Mereka dapat memakai kunci tersebut dengan (bantuan) seorang malaikat atua dua
atau tiga atau tujuh atau 70, dan bergantung pada kekuatan mereka, akan muncul
kekuatan untuk suatu pembukaan. Kita tidak tahu apa-apa! Kita tidak tahu
apa-apa! Pengetahuan Ilahi adalah tanpa batas, tanpa akhir, dan karena Hari
Pembalasan tengah mendekat, mereka memberikannya sekarang bagi kita agar kita
dapat mencicipi sesuatu dari (pengetahuan) Ilaahiyyaat, Divinity, Ketuhanan, dan
di bawah naungannya terdapat tingkatan-tingkatan Surgawi untuk mempersiapkan
diri mereka mendapatkan apa yang mereka tak pernah bayangkan. Mereka berpikir
bahwa Penciptaan ini cuma sekedar suatu kebetulan. Semoga Allah subhanahu wa
ta’ala memaafkan kita semua dan memberikan kepada kita suatu pemahaman yang
dengannya kita dapat mencapai tingkatan-tingkatan Surga itu, dan dari situ kita
dapat terus bergerak, berlanjut, berlanjut, dan terus berlanjut. Sang hamba
bertanya, هَلْ مِن مَّزِيدٍ Hal min mazeed? "Masih adakah tambahan?" (50:30)
Dan malaikat pun menjawab, “Ya, pergilah dan cicipi, pergilah dan pahami, serta
pergilah dan nikmati!”

Semoga Allah mengampuni kita semua demi kehormatan Penutup para Nabi, Sayyidina
Muhammad sallAllahu ‘alayhi wa aalihi wasallam! (Mawlana Syaikh berdiri dan
duduk). Kita memohon ampunan dan kekuatan bagi ruh kita untuk memahami.

Fatihah.

Jika kalian tidak datang ke sini, untuk apa kalian membuat saya berbicara?

(39 menit.)

(Mawlana Shaykh salat dua raka`at Salaat asy-Syukr.)

Catatan penerjemah:
[1] Maksudnya ada di antara pemirsa suhbat yang menggunakan kekeliruan kecil
dalam suhbat atau ucapan Mawlana Syaikh Nazim, untuk mempermalukan beliau dan
mempermalukan pengikut tariqah dan tasawuf.
[2] Lihat Al Quran Surah Al-Baqarah (2) ayat 18:
shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uuna
”Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang
benar)”
Juga dalam ayat 171 surat yang sama:
….shummun bukmun 'umyun fahum laa ya'qiluuna
”Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.”
[3] Lihat Al-Quran Surah Al-A’raaf (7) ayat 179:
“walaqad dzara'naa lijahannama katsiiran mina aljinni waal-insi, lahum quluubun
laa yafqahuuna bihaa walahum a'yunun laa yubshiruuna bihaa walahum aadzaanun laa
yasma'uuna bihaa, ulaa-ika kaal-an'aami bal hum adhallu, ulaa-ika humu
alghaafiluuna”
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin
dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)
tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan
binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.”
[4] Mawlana Syaikh Nazhim biasa menggunakan ekspresi ‘mereka’ untuk mengacu
kepada rantai Masyayikh Naqsybandi hingga ke Rasulullah sallAllahu ‘alayhi
wasallam. Hal ini antara lain sebagai bentuk kerendahhatian beliau, sekaligus
muraqabah beliau. Wallahu a’lam bissawab.
[5] Al-`Azhamatu lillah! Allahu Akbar wa lillaahi `l-hamdmaknanya Keagungan
adalah milik Allah! Allah lebih agung dari apa pun dan bagi Allah segala puji!

==============================
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً
=================================

In Everything There Is a Sign Indicating the Lord's Oneness
Sultan al Awliya
Mawlana Shaykh Nazim
13 June 2010 Lefke, Cyprus

Dastoor yaa Sayiddee, madad yaa Sultan al-Awliya.(Mawlana Shaykh stands.)
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Azeez Allah.
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah.
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Sultaan Allah.

Your blessings, O our Lord, give Your most glorious, most praised, and most
majestic blessings for Your most beloved one who was just created for every
creation; the real reason for heavenly and majestic demands of the Lord of
Heavens, the Seal of Prophets, Sayyidina Muhammad (s). And we are asking for all
holy ones that are belonging to heavenly stations in this life, may Allah grant
them much more honor and power. (Mawlana Shaykh sits.)

O people, our attenders, as-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.
Mashaa-Allah. First, coming from heavenly levels, praisings and honor on those
people who know they are servants and they are humble ones and they know for
what they have been created and they are taking much more care for their real
missions. The mission of Mankind is only to be servants for their Creator, the
Lord of Heavens. Allahu Akbar! (Mawlana Shaykh stands and sits.)

As-salaamu `alaykum, our attenders! O our attenders! Don't leave to be among
yourselves spying people, because Shaytan is sending its spies for spying, "To
look at what that one is speaking and what kind of wrong things he may say, and
we may take that wrong one and make a show in the east and west." And I am
saying that One who is making this servant to be here is putting heavenly
protection on that one, so that your eyes are not able to see, your ears are not
able to hear, or your tongues are not able to speak against heavenly
declarations. May Allah Almighty grant us His divinely protection.

We are saying, a`oodhu billahi min ash-Shaytani 'r-rajeem. O our Lord! Make us
far away from Shaytan and its followers. As long as they are not asking to hear
Truth, they are deaf ones. As long as they are not asking to see what is the
true position, they are not looking, because they are blind ones. And their
tongues can't speak, because they are unable to understand and to prevent real
declarations for reaching to Mankind. Therefore, we are saying a`oodhu billahi
min ash-Shaytani 'r-rajeem. That is our protection, surrounding us. When we are
saying a`oodhu billahi min ash-Shaytani 'r-rajeem, they can't hear, they can't
speak, and they can't understand. And their positions are under the levels of
animals. They have eyes but they can't see. They have ears but they can't hear.
They have tongues but they are not able to stand up and to be witnesses for
Truth. And we are coming and Allah Almighty (Mawlana Shaykh stands.) is asking
from His servants to be true ones and be true witnesses for Truth, Eternal
Truth! (Mawlana Shaykh sits.)

Yes, we have only been created for seeing Truth, for hearing Truth, for
witnessing Truth, and for understanding heavenly Truth. We have been offered
what is a heavenly offer for Mankind. And we are saying bismillahi 'r-Rahmani
'r-Raheem. (Mawlana Shaykh stands.) O our Lord, You are our Lord. Make us to
understand, and to hear, and to be witnesses for real Truth. (Mawlana Shaykh
sits.) Even animals, O people, all of them are witnessing Truth on their levels.
And every atom is also witnessing.

Fa fee kulli shayin aayatun tadoolu annahu waahidun, that is a heavenly
declaration... fa fee kulli shayin lahu ayah tadullu annahu waahidun.Saheeh?
True? If you are accepting your Prophet (s) and his inheritors, they are not
leaving you on mistakes, no. They are correcting you. Therefore, sometimes some
inspirations are coming, and when we are saying it in another way. They are
making it more clear for us because we are surrendering to them and they are
responsible when they are putting such a weak servant for addressing nations.
They have responsibility for that weak servant not to make mistakes, and they
are correcting until they are understanding. Doesn't matter, you may put milk in
a big pot, or in a small pot, or in a glass, or in a cup, doesn't matter.
Out-looking (appearance) is not important. What is important is what is really
in it, that is important. It is important to make people to understand, to make
like this, or make like that.

We are attenders and we are like students in primary school, small ones that the
teacher is correcting, and therefore, sometimes we may say something, maybe its
out-looking is different but what is contained in it is the same. You may drink
water in your hand, you may drink water from a golden cup, you may drink water
from an ordinary pot, or you may drink from a silver cup, the out-looking is not
important, but what is inside is important.

Therefore, we are correcting, it doesn't matter. I know nothing, but they know
and they are observing what we are saying and correcting it until people
understand. But if people are attending such a meeting or association, coming
and sitting, but renting their understanding somewhere else, to someone...
what are they going to understand? Nothing. Therefore, be in your position every
time that you have been asked to be in. There are so many instruments here and
if those people are not taking care about them, they are not not working. But if
they are taking care, the different models are not important, no. It is
important to understand.

Therefore, our guides are looking at our positions. If you are coming here
wholly, giving in such a way, and as they said, some of them are renting their
understanding, because the center of understanding is not in here, (Mawlana
points to his head) it is in the heart. That means their hearts are going and
coming, making business east and west, then what will it mean if they are
sitting here? What can they take? Nothing. If like this (holding a bell upside
down) nothing can fill in it, but if coming like this (right side up) then
taking. Make it more wide!

Man's physical capacity, his physical being is unimportant. Our physical being
is so small, but our capacity for understanding reaches from east to west, from
north to south, from Earth to Heavens! Therefore, we have been honored by the
Lord of Heavens, Allah Almighty (Mawlana Shaykh stands.) with such a
qualification that no other creature has been granted. That is one meaning of
Allah's saying:

wa idh qaala rabbuka li'l-malaa'ikati innee jaailun fil `ardi khalifah,
Behold, thy Lord said to the angels: "I will create a vicegerent on earth."
(2:30)

(Mawlana Shaykh sits.) a khalifah, to be deputy. That is the last point a
creature may reach. Beyond that no one is able to understand what Man is
understanding. Not any other creation is reaching our ability, and our capacity
has never been granted to any other creature. Al-`Azhamatu lillah! Allahu Akbar
wa lillaahi `l-hamd.
Therefore, O people, try to learn. We must try to learn. But yet we are closed,
there is no opening. If an opening comes, countless oceans in
countless territories will open, all of them are signaling endless majesty, most
high majesty, most high praising, most high mightiness that belongs to the Lord
of Mankind, the Lord of all Creation. Our capacity is so big even if we are such
small ones. Our capacity is covering the whole universe. If such a universe may
be many, millions or trillions, or quadrillions, bigger, bigger, bigger than
this universe, and we have such a power to reach to them, to cover them. Allahu
Akbar! That is granted to us. Allahu Akbar! Subhaan Allah, Sultaan Allah,
Kareem Allah. (Mawlana Shaykh stands and sits.)
Man is created knowing nothing. When we were born we were knowing nothing.
Knowing, but it was not opened. We have been granted such a power for
understanding, but if we look at our physical beings, we say it is impossible.
Who is the Lord of Heavens? He is that One making the impossible, possible!
Allahu Akbar! We have been granted such a power and not only power, we have also
been granted authority on power, and we can use that power also.

O People! Hear and try to be under this heavenly appearance, coming here. Try to
be with your spirituality. If you are using your physical capacity, you can't
reach it. But Allah Almighty is sending His holy ones and the Seal of Prophets,
Sayyidina Muhammad (s) (Mawlana Shaykh stands and sits.) to make a way or to
make ways for Mankind to reach an opening. Who is coming and asking, prophets
may open to them. The levels of the prophets, that which they are granting to
people are according to the level of the people who are asking. And such
realities you can't learn by reading books, no, no. You can reach to those
oceans through heavenly ones. The prophets appear as Mankind but their real
beings are from Heavens. Try to understand!

O People! They are coming with the keys for everyone's treasures, because
everyone who has been granted such a grant from heavenly treasures must have the
holy key; not an ordinary key, but a holy key, and the keys are in many
different levels. Don't think that one key is opening everything, no. There are
countless keys for everything from Divinely Presence Oceans, that will open for
deputies, to show them something from the heavenly greatness of the Lord of
Heavens. And beyond that, it will stop and there is only one for reaching the
Divinely Presence and his position is just 100% different. He is only One. The
Oneness of the Lord of all Creation is never accepting two; it is One to one.
May Allah forgive us and grant us something for understanding. And they are
making such a speech that perhaps it is difficult to find in books, and every
holy book has mentioned this, but to come to it is mushkil, a problem. They are
coming up to the entrance and using different keys but not opening it. There are
special keys for every heavenly treasure granted to the deputies and they may
use it with an angel, not alone. They may use that key with an angel or two or
three or seven or 70, and according to their powers comes the power for
opening. We know nothing! We know nothing! Heavenly knowledge is never-ending
and because the Last Day is approaching, they are granting it now to
taste something about Ilaahiyaat, Divinity, and under it are heavenly levels to
make them prepared for what they can never imagine. They are thinking that this
Creation is such an accident. May Allah forgive us and give us such an
understanding that we may reach to the levels of Heavens, that from there we may
move, continue, continue, continue. The servant asks, هَلْ مِن مَّزِيدٍ Hal
min mazeed? "Is there any more?" (50:30) And angels respond, "Yes, go and taste,
go and understand, and go and enjoy!"

May Allah forgive us for the honor of the Seal of Prophets, Sayyidina Muhammad
(s)! (Mawlana Shaykh stands and sits.) We are asking for forgiveness and power
to our souls for understanding.

Fatihah.

If you are not coming here, for what are you making me to speak?

(39 minutes.)

(Mawlana Shaykh prays two raka`ats Salaat ash-Shukr.)
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً
posted by abdullah @ 06.27   0 comments
Lingkaran Setan dan Lingkaran Kebaikan
Posted by: "sutono joyosuparto" sutono88@gmail.com sutonojoyosuparto
Sun Jul 11, 2010 5:04 am (PDT)


Allahuma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad wa salam. Al Fatiha.
Lingkaran Setan dan Lingkaran Kebaikan Vicious Circle and Virtuous Circle

Pernah dengar kan tentang Lingkaran Setan? Sekali kita berbohong kita harus
berbohong lagi untuk menutupi kebohongan pertama dan seterusnya. Bagaimana
kita lepas dari lingkarang setan? Jangan didobrak, itu mungkin malah akan
membuat kita bingung atau tidak merasa kalau makin terperosok.Bagaimana
langkah alternatifnya?

Kita harus segera memulai membuat lingkaran kebaikan, betapapun kecilnya.
Apakah lingkaran kebaikan itu? Ingat tentang analogi Allah diberi simbol
angka 1, yaitu Sumber Kebaikan Tak Berhingga dan Muhammad diberi simbol
angka 0, yaitu Perfect Sink atau tempat sempurna untuk mengirim? Allah
memuliakannya dengan selalu mengiriminya shalawat melebihi siapapun lainnya,
dia tetap saja 0. Atau dalam bentuk simbol 0/1 = 0. Jadi kalau kita memohon
Allah dengan memunggahkan (up load) Allah Allah ke dalam jantung kita, lalu
kitapun mengirim shalawat kepada Mauhammad s.a.w. sebagaimana apa yang
dikirimkan Allah (tanpa tahu apa persisnya yang dikandung shalawat itu)
terjadilah apa yang disebut lingkaran kebaikan itu. Lingkaran ? Dimana
menyambungnya? Bukankah Muhammad selalu kembali kepada Allah?

Jadi seluruh proses di alam semesta ini selalu berbentuk thawaf. Berbentuk
lingkaran. Lingkaran lingkaran kecil. Dan lingkaran lingkaran besar. Raga
kita yang terdiri atas triliunan sel, dan sel terdiri atas molekul molekul.
Dan molekul dibentuk dari atom atom. Dan di ujungnya atom terdiri atas inti
atau nukleus dan elektron yang berputar putar mengelilingi inti. Tanpa
elektron yang berputar mengelilingi inti itu, tidak akan ada diri kita. Dan
kalau kita melestarikan selalu hadirnya lingkaran kebaikan yang melewati
diri kita, maka dengan sendirinya lingkaran setan yang menyambar kita akan
putus dengan sendirinya.

Dan dengan terbentuknya lingkaran kebaikan yang melewati diri kita, pasti
akan menimbulkan induksi kebaikan di sekitar diri kita, yang mungkin saja
kita tidak tahu dalam bentuk apa. Inilah mungkin yang dimaksud dengan Allah
memberikan pertolongan dalam bentuk atau dari arah yang tidak kita ketahui
sebelumnya.

Ampunkan kami ya Allah yang telah mendzalimi diri kami sendiri. Bi hurmati
habib. Al Fatiha.

Salam

Sutono saimun joyosuparto

11 Juli 2010
posted by abdullah @ 06.25   0 comments
about me
Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, dki jaya, Indonesia

a servant

Udah Lewat
Archives
Template by
Blogger Templates
© MY SOUL ON HIM